Lini laptop generasi baru berbasis teknologi RTX Spark tampaknya akan menjadi komoditas paling langka di pasar PC akhir tahun ini. Menjelang peluncuran resminya yang dijadwalkan pada kuartal keempat (Q4), ASUS mengonfirmasi bahwa mereka tengah berjuang keras untuk mengejar kapasitas produksi akibat lonjakan permintaan pasar yang luar biasa masif.

Pernyataan ini menegaskan bahwa antusiasme konsumen—baik dari kalangan gamer, kreator konten, hingga profesional AI—terhadap efisiensi arsitektur komputasi baru tersebut berada jauh di luar kalkulasi awal pabrikan.
"Respons Pasar Far Exceeded Our Expectations"
Pihak manajemen ASUS secara terbuka mengungkapkan bahwa pesanan pra-rilis (pre-order) dari mitra distributor dan peritel global telah melampaui perkiraan internal perusahaan.
"Respons pasar sejauh ini telah jauh melampaui ekspektasi kami," ungkap perwakilan ASUS, sebagaimana dilaporkan oleh Windows Central.
Tingginya angka permintaan ini menciptakan krisis pasokan (supply bottleneck) pada rantai manufaktur. Meskipun lini perakitan bekerja dengan kapasitas penuh, ASUS memprediksi akan terjadi kelangkaan unit (stock shortage) di beberapa wilayah pada gelombang pertama peluncurannya.
Mengapa Laptop RTX Spark Sangat Diminati?
Daya tarik utama dari lini laptop RTX Spark terletak pada kombinasi antara efisiensi daya dan performa pemrosesan lokal (on-device AI) yang sangat tinggi. Teknologi ini dirancang untuk memberikan lompatan performa grafis serta akselerasi kecerdasan buatan tanpa mengorbankan daya tahan baterai maupun menghasilkan panas berlebih pada formasi laptop tipis (thin-and-light).
Faktor pembeda ini menjadikan laptop RTX Spark pilihan utama bagi pengembang yang membutuhkan daya komputasi AI portabel, sekaligus gamer yang menginginkan performa kelas atas dalam ukuran perangkat yang lebih ringkas.



